RSS

Lupa Rasanya Di Pertahankan, Di Perjuangkan, Dan Di Utamakan

Ada sebuh cerita, seorang pria biasa, bukan pria istimewa, bukan pria yg serba ada, hanya pria sederhana, ia mempunyai seorang kekasih yg istimewa, wanita paling istimewa di matanya, sebelum mereka pacaran, pria ini berjuang dan berusaha semampunya untuk bisa meyakinkan wanita itu bahwa dia mencintainya, berusaha memberikan bukti dengan kesederhanaannya di antara pria-pria lain yg bisa memberi lebih, pria ini tak mundur sedikitpun walau dia tau bahwa dia hanya menjadi air putih di antara minuman-minuman bermerek, hingga akhirnya mereka berdua menjadi sepasang kekasih, ketika pacaran pun hubungan mereka hampir tak pernah mulus, persoalan silih berganti datang dan pergi, tapi lagi, pria ini tetap bertahan, karna dia tau, tidak ada cinta yg selalu berjalan mulus.

namun semakin lama seakan cinta itu bertepuk sebelah tangan, ketika masalah terus berdatangan hanya si pria ini yg berusaha menyelesaikan, bagaimana dengan wanitanya? Entahlah, semakin lama, hanya si pria yg selalu berkorban mempertahankan hubungannya, ketika mood sang wanita sedang tidak baik pria ini yg selalu mengembalikan moodnya supaya bisa kembali tersenyum, namun sebaliknya ketika mood sang pria sedang buruk si wanita ini justru hanya bisa emosi yg hanya semakin memburuk kan suasana, bukan menyalahkan si wanita, tapi coba baca lagi ketika mood wanita sedang tidak baik, semua yg di lakukan si pria pada wanitanya ini selalu berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan wanitanya

Seakan pria ini bukanlah pilihan yg tepat!
Seakan pria ini hanya sebagai pelampiasan!
Seakan pria ini haya menjadi pelengkap tanpa pernah di anggap!

LELAH? Tentu! Siapa orang yang mau terus di perlakukan seperti itu?
Terkadang pria ini berfikir, mencintaimu apa harus se-sakit ini? Tapi lagi, pria ini tetap bertahan, dia terus mencoba mengalah dari semua bangsatnya masalah mereka, dia hanya menunggu, kapan wanitanya bisa mengerti, dulu di awal hubungan mereka si pria di anggap tidak pernah peka, tapi semakin lama semua terbalik, sekarang siapa yg tidak pernah bisa peka? Entahlah, tolong buka mata dengan lebar! Buka hati! Pikir-pikir dan ingat lagi apa yg pernah terjadi! Siapa yg harusnya peka? Dan Siapa yg selalu ngalah?
Kini pria ini hanya berharap si wanitanya bisa mengerti, seakan pria ini lupa rasanya dimengerti, di lupa rasanya di perjuangkan, lupa rasanya di utamakan, di utamakan bukan berarti pria ini ingin selalu menjadi yang utama dalam setiap urusan, tidak! Bukan diutamakan yg seperti itu, atau mungkin pria ini memang bukan yang utama atau bukan satu-satunya? Entahlah, tapi jika memang pria ini bukan satu-satunya, mungkin sudah saatnya pria ini pergi, bukan pergi untuk menyerah, tapi pergi karna memang pria ini sudah tidak akan pernah di butuhkan, sudah ada orang lain yg mungkin menurut wanitanya lebih baik dari pria ini, lebih bisa mengerti, lebih bisa lebih sabar, dan mungkin bisa lebih sayang, yah!, MUNGKIN!









-oh iya kalau ada yg tanya siapa pria diatas, itu aku!

0 komentar:

Poskan Komentar